Rasionalisme yang dipelopori oleh Rene Descartes
– Bapak Filsafat Modern – pada abad-17 dan
kemudian makin dikembangkan oleh Baruch Spinoza, Leibzniz dan tokoh-tokoh
filsafat modern lainnya, pada dasarnya
adalah suatu rasionalisme murni. Rasionalisme
yang digelindingkan oleh Descartes mendobrak pemikiran-pemikiran kolot pada
zamannya, dan memberi dampak luar biasa dalam bidang pemikiran.
Tampilkan postingan dengan label pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pancasila. Tampilkan semua postingan
2 Juni 2013
7 Oktober 2012
THE NOAH'S ARK : SIMBOLISME BAHTERA NABI NUH AS.

Pancasila is the official philosophical foundation of the Indonesian state. Pancasila consists of two Old Javanese words, "pañca" meaning five, and "sīla" meaning principles. It comprises five principles held to be inseparable and interrelated:
1. Belief in the one and only God, (in Indonesian, Ketuhanan Yang Maha Esa).
2. Just and civilized humanity, (in Indonesian, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab).
3. The unity of Indonesia, (in Indonesian, Persatuan Indonesia).
4. Democracy guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberations amongst representatives (in Indonesian, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan)
5. Social justice for all of the people of Indonesia (in Indonesian, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia)
13 September 2012
PANCASILA, AGAMA, DAN FILSAFAT
Sore itu teman saya, Abdullah, yang akrab dengan panggilan Si Dul, datang ke rumah. Bung, sekarang ini sedang dilakukan pengumpulan dokumentasi tentang fatwa Pancasila ! Katanya sambil menyodorkan berita di harian yang ada gambarnya bapak K.H. Achmad Siddiq.
" Nah, ini baru berita !, " kata saya setelah membaca berita itu.
Kok baru berita ? Tanya Si Dul.
Dokumentasi Fatwa Pancasila itu, dari MUI, yang diprakarsai oleh bapak K.H. Achmad Siddiq, nantinya jelas : Enak Dibaca Dan Perlu ! Kata saya mengutip iklan rutin minggian populer, yang sekarang harganya sudah mengikuti mbak Pratiwi yang mau ke angkasa luar, sehingga tidak terjangkau oleh kantong saya.
Langganan:
Postingan (Atom)








Keseimbangan antara Cipta, Rasa dan
Karsa



